4 Fakta Glaukoma yang Menyerang Thareq Kemal Habibie

Sprinkleofginger.com – Thareq Kemal Habibie baru-baru ini menjelaskan penyebab glaukoma yang terjadi pada mata sebelah kanannya. Putra bungsu Presiden RI Ke-3 ini mengaku mengidap diabetes yang memicu serangan glaukoma pada matanya.

“Saya itu kan sebetulnya diabetes. Diabetes itu mengakibatkan saya jadi glaukoma. Glaukoma adalah di mana di mata terjadi perubahan tekanan,” ujar Thareq Kemal Habibie kepada pewarta.

Thareq menjelaskan, tekanan pada mata kiri masih bagus sekitar 13. Namun pada mata sebelah kanan tekanannya sudah 25. Akibat tekanan yang tinggi itu, di bagian belakang cahaya akan masuk dan membuat retina terhimpit sehingga sel-selnya hancur. 

“100 persen (sel retina) udah hancur. Di sini saya buka ya. Biar orang bilang saya enggak katarak atau apa,” ujar suami Widya Leksmanawati tersebut.

Lantas apa sebenarnya glaukoma yang menyerang mata sebelah kanan Thareq Kemal Habibie? Berikut 4 fakta glaukoma yang dirangkum Sprinkleofginger.com dari acara Ayo Hidup Sehat di tvOne beberapa waktu lalu.

Glaukoma penyebab kebutaan

Glaukoma adalah salah satu penyakit mata yang dapat menyebabkan kebutaan atau kehilangan penglihatan. Penyakit ini menyerang saraf mata sehingga mengalami kerusakan. Saraf mata adalah salah satu bagian mata yang penting karena menghubungkan serat saraf dari retina menuju otak. Oleh karena itu, ketika saraf mata rusak, akan terjadi gangguan pada penglihatan.

Penglihatan tiba-tiba buram menjadi gejala khas glaukoma

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut glaukoma menempati peringkat kedua penyebab kebutaan di dunia. Disebut sebagai pencuri penglihatan, pakar menekankan pentingnya deteksi dini untuk pencegahan glaukoma.

Lihat Juga

“Biasanya pada glaukoma dengan serangan tiba-tiba, penglihatan akan sangat blur. Tak jarang disertai mata merah hingga kornea membengkak,” ujar spesialis mata dr. Helda Puspitasari, SpM, dalam acara Ayo Hidup Sehat di TvOne.

Glaukoma ada dua jenis

Gejala tersebut hanya akan terjadi pada glaukoma tipe tertutup. Hal tersebut mempermudah pengidapnya untuk mengenali perubahan pada mata sebelum terjadi kebutaan akibat glaukoma.

“Pada glaukoma terbuka, biasanya menjadi silent disease. Tanpa gejala. Sehingga bisa langsung memicu kebutaan secara tiba-tiba,” kata dokter Helda.

Usia dan penyakit tidak menular memicu glaukoma

Salah satu peluang besar yang memicu glaukoma yaitu usia di atas 40 tahun. Tak hanya itu, penyakit lain seperti diabetes dan hipertensi juga turut memicu terjadinya glaukoma.

“Saat terjadi gejala pada glaukoma tersebut, tidak dianjurkan untuk menggunakan obat tetes mata karena terdapat steroid yang juga malah memicu tekanan pada glaukoma. Dianjurkan untuk segera ke dokter mata terdekat agar penanganannya tepat,” paparnya.